Mungkin Saya hari ini memang lagi iseng, yang menarik iseng saya ini membuat saya makin kritis dalam membaca berita meskipun berita itu datangnya dari sebuah pemberitaan besar di negara ini. Tidak sengaja saya menemukan dua artikel dengan berita yang sama namun ditulis dengan berbeda dan menghasilkan persepsi yang berbeda pula. Hal ini makin membuat saya semakin paham pentingnya kekuatan media dalam membentuk opini masyarakat.
Dikutip dari media indonesia (link-nya cuma http://www.mediaindonesia.com/ tidak seperti disitus berita yang lain yang tertera jelas alamat arsipnya):
Dia tidak merinci peralatan tersebut tetapi seorang pejabat senior Iran memberitahu Reuters bahwa yang dimaksud Ahmadinejad adalah ‘alat pemusing’ generasi baru untuk memperkaya uranium, yang bisa dipakai sebagai bahan bakar di pembangkit tenaga listrik atau untuk membuat senjata jika dilakukan refinasi lebih lanjut.
Para diplomat di Wina pekan lalu mengatakan Iran sedang memasang pemusing canggih untuk memperkaya uranium di instalasi Natanz.
Langkah itu adalah percepatan kegiatan yang bisa memberi Teheran alat untuk membuat bom atom pada masa mendatang, jika Iran memilih untuk melakukannya.
“Hari ini satu mesin baru telah diuji dan kapasitas mesin baru ini lima kali lebih hebat daripada mesin yang ada sekarang,” Ahmadinejad mengatakan pada acara di televisi saat memperingati Hari Nasional Teknologi Nuklir.
Ahmadinejad mengatakan pada Selasa bahwa Iran mulai memasang enam ribu pemusing di Natanz.
Iran, negara pengeksport minyak terbesar ke-4, menolak tuduhan Barat bahwa mereka sedang berusaha membuat senjata nuklir.
Mereka menyebut tujuan program nuklirnya hanya untuk menghasilkan listrik sehingga lebih banyak minyak dan gas yang bisa dieksport.
Namun, Iran telah diganjar dengan tiga kali sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa berkaitan dengan program nuklirnya.
“Meskipun ada berbagai keterbatasan dan sanksi, rakyat Iran berhasil memiliki semua teknologi umum, khususnya teknologi nuklir,” kata Ahmadinejad saat berpidato.
Iran memulai dengan tiga ribu pemusing di ruang produksi bawah tanah di Natanz pada tahun lalu, namun pemusing itu adalah rancangan dari dasawarsa 70-an dan gampang macet.
Para pengamat nuklir yakin bahwa Iran berencana secara bertahap mengganti pemusing awal mereka yaitu ‘P-1’ dengan generasi baru ‘P-2’ –yang dapat memperkaya uranium dua atau tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan mesin sebelumnya.
Iran sudah menyatakan rencana mereka untuk mempunyai 50 ribu pemusing guna membantu produksi bahan bakar bagi jaringan pembangkit listrik yang sudah direncanakan.
Pejabat tinggi nuklir Iran, Mohammad Saeedi, mengatakan lewat siaran televisi pemerintah bahwa pembangkit tenaga listrik nuklir pertama akan bisa beroperasi pada kuartal terakhir tahun 2008. Pembangkit listrik tersebut dibuat oleh Rusia dan berada di Bushehr, Iran selatan.
Wakil Ketua Organisasi Energi Atom Iran, Hossein Faghihian, mengatakan konstruksi pembangkit baru yang menghasilkan biji uranium, yang diberi nama ‘kue kuning’ (yellow cake), akan selesai Maret tahun mendatang di Iran tengah.
Dia mengatakan instalasi tersebut mempunyai kapasitas produksi tahunan sebanyak 70 ton dan akan membantu Iran dalam memenuhi kebutuhan akan ‘kue kuning’. Uranium tersebut akan diubah menjadi gas yang disebut ‘uranium hexafluoride’ (UF-6) sebelum proses pengayaan. (Ant/OL-2)
Nah kalau yang berikut ini dikutip dari http://eramuslim.com/berita/int/8409162256-peringatan-hari-nuklir-iran-ahmadinejad-umumkan-kekuatan-nuklirnya.htm
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, kembali melontarkan komentar menarik tentang kekuatan nuklir yang dimiliki Iran. Dalam acara perayaan hari Teknologi Nuklir Iran tahun kedua, hari Selasa (8/4), ia menegaskan bahwa negaranya mampu memiliki teknologi nuklir secara utuh.
“Meski ragam desakan hingga hukuman internasional dilakukan atas Iran, tapi kami mampu memiliki teknologi nuklir secara menyeluruh. Apa yang dikatakan tentang ribuan reaktor nuklir penggerak mesin yang bisa mengembangbiakkan uranium, itu tidak mewakili apapun di hadapan teknologi yang detail dan selalu berkembang, yang kini kita hasilkan hingga tahap ini dengan sukses, ” ujar Ahamdinejad.
Ia juga mengatakan bahwa negaranya siap menambahkan lagi sekitar enam ribu mesin sentrifugal untuk memperkaya uranium di satu fasilitas nuklir utama yang selama ini memancing penolakan keras dari AS maupun Prancis, hingga memicu jatuhnya sanksi atas Iran.
Presiden Iran saat itu juga melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pengembangan nuklir dan menurut Kantor Berita Iran, kunjungan Ahmadinejad membawa tema, “Generasi Baru Pusat Reaktor Nuklir.”
Saat ini, Iran tengah mengoprasikan 2.952 reaktor nuklir jenis B1, dan sedang mengembangkan proyek tersebut dengan yang lebih modern. Sejumlah laporan menyebutkn bahwa Iran mampu memiliki reaktor nuklir bernama AR-2 yang mirip dengan milik Pakistan yang bernama B-3. Teknologi AR2 merupakan teknologi yang diadaptasi Iran dari Eropa.
Sejumlah pengamat memuji apa yang dihasilkan Iran. Tapi mereka juga melontarkan keheranannya, mengapa Presiden Iran itu mengumumkan kekuatan nuklirnya secara terbuka, karena seharusnya apa yang dilakukan Iran itu adalah proyek yang dirahasiakan oleh negara sebagaimana yang hingga kini dilakukan oleh India dan Israel. (na-str/aljzr)

April 16, 2008 at 7:24 pm
Aww……………gugus yo?
ooo…………..gitu to…………………………………….nuklir…nuklir…