1. Sejahtera. Sejahtera berbeda dengan kaya. Sejahtera adalah kondisi di mana uang mengejar kita, bukan sebaliknya. Orang yang sejahtera ibarat magnet kuat yang menarik besi-besi mendekat kepadanya. Ia tidak sibuk mencari uang. Ia hanya sibuk meningkatkan nilai tambah dirinya dan menjadi penarik uang.
Menarik ya. Saya termenung mendalam mendengar penjelasan ini. Saya bertanya kepada diri sendiri. Apakah saya sudah termasuk orang yang sejahtera menurut kriteria ini. Apakah uang sudah mengejar-ngejar saya? Atau kah sebaliknya?
Ide ini sebenarnya sudah sering saya dengar dengan berbagai istilah dengan kurang lebih maknanya sama. Ada yang bilang wealth attractor, ada yang bilang money magnet dan sebagainya. Tapi yang penting idenya adalah bagaimana kita tidak lagi sibuk siang malam mengejar uang. Itu intinya.
Coba perhatikan orang-orang yang “sejahtera” itu. Memang betul. Mereka tidak lagi sibuk mencari uang. Uang dan peluang itu datang sendiri kepada mereka. Mereka telah menjadi magnet uang.
2. Berkah. Buat apa kaya kalau tidak berkah. Jadi, yang lebih penting bukanlah seberapa banyak yang kita miliki. Tapi seberapa banyak yang kita berikan.
Ini konsep menarik juga. Kekayaan dan ilmu itu baru menjadi berkah ketika kita berbagi. Ilmu dan kekayaan akan bertambah bila kita berbagi.
Givers are takers, kata Robert Allen dalam buku One Minute Millionaire. Orang yang banyak memberi akan banyak menerima. Kita akan memanen apa yang kita tanam.
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa yang membuat kita kuat bukanlah apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita bagi. Apa yang kita berikan itu menjadi benteng buat kita.
Mau kaya dan penuh berkah? Berbagilah.
3. Bahagia dunia dan akhirat. Ini sih sudah jelas bagi kita semua. Ini adalah the ultimate goal kita selama hidup di dunia.
Di ujung pencarian sukses semua orang itu adalah kata “bahagia” ini. Buat apa kaya tapi tidak tenang? Buat apa punya rumah mentereng tapi ketakutan dikejar-kejar oleh KPK?
Bahagia di dunia dan akhirat. Orang yang mencari dunia niscaya akan mendapatkannya. Orang yang mencari akhirat, niscaya akan mendapatkan dunia dan akhirat, kata Bimbo.
Menurut saya, bahagia adalah kondisi tanpa syarat. Bahagia tidak ditentukan dengan berapa jumlah uang di rekening kita. Tidak juga dengan apa yang kita pakai. Tidak juga terkait dengan bagaimana orang menilai kita. Kita bisa berbahagia “tanpa alasan”.
sumber: http://roniyuzirman.blogspot.com/2008/03/mencari-sukses-sejati-gunakan-rumus-sbb.html

October 31, 2008 at 4:46 pm
Salam kenal dari ksetiawan.wordpress.com, insipiratif artikelnya…memang betul bahwa semua orang pada akhirnya mendamba kebahagiaan dan kesejahteraan dunia dan akherat, namun sayang kadang kita terbelenggu oleh hal yang semu, kita lebih memilih yang sementara daripada yang abadi..semoga kita semua mendapat hidayahNya dalam mengarungi disisa perjalanan hidup kita. Amin…