Feed on
Posts
Comments

team work kerjasama teamSiang tadi saya bertemu dengan rekan-rekan lama saya. Mereka mengajak saya (atau saya yang mengajak ya) untuk membentu sebua tim seperti dulu waktu kita masih sering “ngobyek” garapan di SMA. Tanpa berpikir panjang saya pun menerima tawaran tersebut.

Namun ketika saya memandang wajah rekan-rekan saya tersebut, saya merasa ada hal yang harus dituntanskan terlebih dahulu. Ada semacam beban yang harus dilepaskan terlebih dahulu.

Melepaskan beban inilah yang menjadi pekerjaan pertama. Saya tidak ingin energi semangat saya tersedot habis atau pun sebaliknya saya terlalu banyak menyedot energi rekan-rekan saya. Saya ingin semua orang dalam tim yang saya bentuk memiliki semangat yang membara.

Malangnya nasib salah satu website saya yang terkena “banned” dari mbah google, jumlah pengunjungnya turun hingga 1/3.

Surat reinklusi saya juga belum ditanggapi sampe sekarang sama mbah google. Padahal situs sudah saya update dan saya bikin sesuai dengan petunjuk dari mbah google. Namun sampe sekarang (kurang lebih 1bulan) mbah google belum mneg-index kembali halaman situs saya.

Ditendangnya situs saya dari Google sangat berdampak pada jumlah order/pembelian melalui wesite tersebut lantaran saya hanya menggunakan SEO saja untuk menjaring pengunjung dan belum rela melepaskan anggaran untuk membiayai pembelian iklan.

bodybuildingNiche market baru yang sedang berusaha saya kerjakan kali ini adalah ” body building supplement “.

Untuk proyek kali ini saya masih mengandalkan traffic dari SEO, maklum belum mau keluar dana untuk pasang iklan.

Semoga proyek kali ini sukses dan mencapai target yang saya harapkan.

Judul di atas diilhami dari sebuah DVD yang jadi bahan tontonan bersama di salah satu komunitas entrepreneur kampus yang saya ikuti. Video tersebut berisi wawancara dengan Om Bob (Bob Sadino) yang dengan senang hati mau membagikan pengalamannya untuk kita semua.

Banyak hal-hal unik yang diutarakan Om Bob tentang bagaimana beliau meraih kesuksesannya, terutama bagi orang yang awam tentang etrepreneurship mungkin membutuhkan 2 kali atau lebih untuk berpikir dan menangkap maksud ucapan Om Bob.

Seperti para entrepreneur yang lainnya, Om Bob setuju kalau mau jadi pengusaha prestasi pendidikan di bangku kuliah tidak bisa menjamin seseorang mendapat kesuksesan dalam bisnis. Pada poin bukan berarti kita tidak mementingkan pendidikan, namun kita harus mau memahami bahwa yang namanya ilmu itu tidak terbatas dari yang kita dapat dari pendidikan formal saja. Kalau kita melihat kenyataan dilapangan, cara menjadi pengusaha berbeda dengan cara menjadi pekerja. Kalau kita hendak melamar kerja, ijazah merupakan hal yang sangat penting, berbeda sekali dengan cara menjadi pengusaha.

Lalu bagaimana cara kita menjadi pengusaha? Om Bob menjawabnya dengan jawaban yang ringkas, “Lakukan !” Maksudnya kalau kita ingin membuka usaha ya buka saja, jangan terlalu banyak dipikir dan dihitung. Untuk hal ini saya rasa tidak perlu dijelaskan, intinya lakukan saja maka Anda akan temukan jawabannya.

Lalu apa komentar Om Bob soal seminar atau sekolah “Entrepreneurship”? Om Bob berpendapat bahwa hal-hal semacam itu tidak akan menjadikan seseorang menjadi pengusaha sukses kalau belum mengambil keputusan untuk memulai usaha.

Sepatutnya kita harus berhati-hati dan bertanggung jawab atas setiap tulisan yang kita publikasikan di Internet. Walaupun katanya setiap orang bebas berpendapat dan internet adalah salah satu media paling bebas untuk mengutarakan pendapat, kita harus selalu sadar akan akibat dari apa yang kita tulis.

Hal di atas terlintas di pikiran saya  ketika mengecek statistic pengunjung blog hari ini (24 Juni 2008). Dari data tersebut terlihat keyword aneh yang menurut saya sangat jarang akan diketik orang yaitu “sby otak kerusuhan monas”. Keyword ini sangat aneh bagi saya dan mungkin bagi Anda, karena keyword ini menurut saya sulit menunjukkan bahwa si Pencari benar-benar ingin mencari informasi tentang bentrok FPI vs AKKBB. Inti kejanggalannya ada pada kata “otak”, karena menurut saya keyword yang digunakan mengindikasikan bahwa si Pencari yakin betul bahwa SBY adalah otak kerusuhan monas. Akan berbeda ceritanya jika yang keyword yang dituliskan adalah “SBY kerusuhan monas”, karena keyword ini akan mengantarkan kita kebanyak sub isu yang berbeda-beda, hasil dari pencarian mungkin akan mengarah ke pidato SBY setelah kerusuhan, atau tentang isu pengalihan isu bbm, dan konten lainnya yang berhubungan dengan SBY dan kerusuhan monas.

Dari keanehan keyword inilah saya jadi berpikir yang tidak-tidak, seakan-akan ada “crawler” yang tugasnya mencari konten-konten yang dianggap membahayakan “Negara”.

Oleh karena itu sebaiknya kita menjaga konten kita agar nantinya tidak menjadi alat bukti bahwa kita melakukan tindakan kurang menyenangkan, menyebar fitnah, merusak nama baik, menghasut orang untuk bertindak kriminal, dan pasal-pasla lainnya yang mungkin berkaitan. Sehingga kita nantinya semakin bertanggung jawab dalam melontarkan pernyataan offline maupun online.

“The World Ruled by NEWS”

Older Posts »